Dokter Usulkan Vaksin COVID-19 Booster ke-2 untuk Nakes RI, Ini Alasannya

Alasan Pentingnya Vaksin COVID-19 Booster ke-2 Untuk Tenaga Kesehatan RI

Kini Indonesia sudah menghitung waktu 9-10 bulan pasca pemberian vaksin COVID-19 booster bagi dokter dan tenaga kesehatan. Mengingat antibodi terhadap virus Corona dari vaksin COVID-19 hanya bertahan sekitar delapan bulan, dokter menyarankan pemberian suntikan booster kedua khususnya untuk para nakes.

Hal tersebut diusulkan oleh spesialis penyakit dalam, dr Andi Khomeini Takdir Haruni, SpPD-KPsi dari Junior Doctor Network Indonesia atau yang akrab disapa sebagai ‘dr Koko’.

“Kita memang sudah memulai vaksinasi booster pertama pada sekitar Agustus tahun lalu dan menurut beberapa penelitian, angka antibodi terhadap COVID yang dipicu oleh vaksinasi itu sudah berkurang sekitar delapan bulan pasca pemberiannya. Ini adalah bulan Mei, di akhir bulan Mei. Maka sekitar 9-10 bulan lalu kita sudah mulai dengan vaksinasi booster pertama,” ujarnya dalam wawancara pada tanggal (22/5/2022)

“Itu sebabnya saya merasa untuk menjaga populasi rentan dalam hal ini dokter dan tenaga kesehatan yang lain agar tetap aman dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan juga yang kedua,” sambung dr Koko.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pemberian vaksin COVID-19 booster kedua adalah salah satu upaya di tengah fase transisi pandemi COVID-19 menjadi endemi. Mengingat, fase transisi tersebut bukan berarti menghilangkan keberadaan virus Corona. Walhasil, langkah kehati-hatian dengan pemberian booster kedua diperlukan.

“Kita juga perlu menjaga momentum pemulihan ekonomi kita maka dalam konteks kita sedang berada pada fase transisi dari pandemi menuju endemi yang sebenarnya tidak menghilangkan virus COVID itu sendiri, maka kita sebaiknya tetap berhati-hati termasuk dengan penerapan vaksinasi booster yang kedua,” pungkas dr Koko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.