Moderna Recall Ratusan Ribu Dosis Vaksin COVID-19, Lho Kenapa?

Moderna Recall Ratusan Ribu Dosis Vaksin COVID-19, Lho Kenapa?

Perusahaan farmasi Moderna melakukan recall atau penarikan kembali ratusan ribu dosis vaksin COVID-19 di Eropa. Alasannya disebut ditemukan kontaminasi elemen asing.

Dalam keterangannya, Moderna menjelaskan hanya satu vial vaksin COVID-19 dari perusahaan kontraktor Rovi yang terbukti terkontaminasi. Namun demikian Moderna tetap melakukan penarikan 764.900 dosis vaksin COVID-19 dari beberapa negara untuk berjaga-jaga.

Tidak dijelaskan lebih lanjut zat apa yang menjadi kontaminan pada vaksin tersebut.

“Dalam rangka kehati-hatian,” ungkap Moderna seperti dikutip dari berita kesehatan pada Sabtu (9/4/2022).

Sebelumnya Moderna juga pernah melakukan recall vaksin COVID-19 di Jepang. Saat itu vaksin ditemukan tercemar oleh bahan stainless steel.

Moderna Recall Ratusan Ribu Dosis Vaksin COVID-19, Lho Kenapa?

Perusahaan bioteknologi asal Amerika Serikat, Moderna Inc mengaku telah menarik 764.900 dosis vaksin Covid-19 yang dibuat oleh rekan produsen kontraknya Rovi. Hal ini dilakukan setelah sebuah botol ditemukan terkontaminasi oleh benda asing.

Melansir berita Internasional, Sabtu (9/4/2022), pembuat dosis vaksin Covid-19 itu mengatakan kontaminasi ditemukan hanya dalam satu botol, namun mereka harus menarik semuanya demi keamanan. Sayangnya tidak dijelaskan apa yang ditemukan di dalam botol tersebut.

Adapun pada Januari 2022, Moderna mengatakan banyak mendistribusikannya vaksin ke Norwegia, Polandia, Portugal, Spanyol, dan Swedia.

Pihak berwenang Jepang pada tahun lalu juga menangguhkan penggunaan beberapa dosis vaksin Moderna, yang kemudian diketahui bahwa vaksin tersebut terkontaminasi baja tahan karat di beberapa botol.

Lebih dari 900 juta dosis vaksin Covid-19 Moderna telah diberikan di seluruh dunia hingga saat ini. Yang jelas, Moderna memastikan bahwa kontaminasi tidak menimbulkan risiko kepada botol lain yang sudah terdistribusi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.