hasil tes antigen

Positif Covid Garis 1 atau 2? Ini Cara Baca Hasil Tes Antigen

Pemeriksaan rapid test antigen kini menjadi pilihan masyarakat sebagai skrining awal test Covid-19. Keunggulan rapid test antigen adalah kemampuannya untuk mendeteksi komponen protein SARS-CoV-2 secara langsung, akurasinya yang baik untuk fase akut, dan hasilnya yang bisa diperoleh lebih cepat daripada rRT-PCR.

Kendati demikian, ada beberapa orang yang masih penasaran bagaimana cara membaca hasilnya.

Cara membaca hasil tes antigen bisa bervariasi tergantung jenis produk atau alat tes yang digunakan. Namun secara umum, hasilnya akan bisa dibaca dari garis yang muncul di alat.

Beberapa alat tes memberikan hasil positif jika muncul 2 garis, ditandai sebagai garis C (control) dan garis T (test). Beberapa jenis alat tes lainnya mungkin menggunakan tanda yang berbeda, tetapi kurang lebih fungsinya sama.

Hasil positif didapat jika 2 garis muncul, masing-masing di tanda C dan T. Sementara itu, hasil negatif ditandai dengan satu garis pada tanda C, sedangkan garis pada tanda T tidak muncul.

Positif Covid Garis 1 atau 2 Ini Cara Baca Hasil Tes Antigen

Penting untuk dicatat, garis di tanda C berfungsi sebagai kontrol yang seharusnya muncul apapun hasilnya, baik positif maupun negatif. Jika garis pada tanda C tidak muncul, maka artinya hasil tes invalid alias tidak valid.

Pada prinsipnya, alat tes ini mirip dengan alat tes kehamilan. Berbeda dengan hasil tes rapid antibodi dan serologi yang dinyatakan dengan reaktif atau non reaktif, hasil antigen bisa positif bisa negatif.

Jika setelah 15 menit tak ada garis yang muncul maka hasil tes dinyatakan tidak valid dan harus diulang.

Rapid test antigen merupakan tes virus yang dapat dijadikan syarat bepergian ke luar kota. Jenis tes ini umumnya cukup banyak dilakukan oleh masyarakat sebab lebih murah dan cepat. Dibandingkan swab PCR, biaya rapid test antigen juga terbilang cukup terjangkau. Meski begitu, masih banyak pihak mempertanyakan soal keakuratan tes tersebut.

Tes PCR atau tes molekuler masih menjadi pilihan terakhir untuk mengetahui hasil yang lebih akurat. Pasalnya, hasil negatif palsu lewat PCR jauh lebih sedikit daripada tes diagnostik lain atau sampel dari usap tenggorokan atau air liur. Jenis tes ini dilakukan dengan usap hidung, usap tenggorokan, dan tes air liur atau cairan tubuh lainnya. Cara ini merupakan pemeriksaan untuk menemukan materi genetik yang berasal dari virus. Meskipun lebih akurat dibanding rapid test antigen, hasil tes PCR membutuhkan waktu yang cukup lama. Biasanya, hasil tes PCR bisa keluar dalam waktu beberapa hari atau seminggu lebih.