pasangan

2 Penyakit Ini Jadi Halangan Utama Pasangan Memiliki Momongan

2 Penyakit Ini Jadi Halangan Utama Pasangan Memiliki Momongan

Sebelum menikah, para calon pengantin memang disarankan untuk memeriksakan kesehatan mereka, apalagi bagi yang langsung ingin memiliki momongan. Pasalnya, ada beragam penyakit bisa dialami setiap pasangan, yang bisa saja mengganggu kesuburan.

dr Pandji Sadar ada 2 penyakit yang bisa mengganggu program kehamilan antara lain; Sifilis dan Gonore. Menurutnya efek dari penyakit tersebut, membuat wanita tidak bisa hamil atau tidak subur.

2 Penyakit Ini Jadi Halangan Utama Pasangan Memiliki Momongan

“Infeksi kebanyakan sifilis dan gonore, infeksi yang tidak tertangani menyebar dari vagina ke tuba falopi (kiri dan kanan) mengalami infeksi dan tertutup tubanya,” ujar Chief Executive Officer Pusat Fertilitas Bocah Indonesia (PFBI) di Rumah Sakit Primaya Tanggerang.

Lebih lanjut dr Pandji mengatakan, selain dari kedua infeksi penyakit tersebut, wanita banyak juga ditemukan mengalami miom, kista dan polip. Menurutnya, persentase ketidaksuburan ada 40% diakibatkan oleh pria dan 40% wanita.

Sementara 20% dari keduanya yang harus segera ditangani. Sehubungan dengan kesuburan, dr Pandji mengingatkan ada langkah dalam mencegahnya. Dengan melaksanakan pengecek kesuburan, dengan hanya mengambil darah bisa mengetahui kesuburan wanita.

“Kemudian dari pengecekan darah mengetahui hormonnya dengan paket yakin subur itu seorang wanita bisa tahu jumlah sel telurnya hanya menunggu 3-5 menit hanya dengan pengecekan darah,” tambahnya https://transtourism.id/.

Guna mengetahui lebih mendalam kondisi rahim wanita lebih jelas, bisa melakukan USG transvaginal. Banyak rumah sakit bisa melakukan pengecekan kondisi rahim, salah satunya di Pusat Fertilitas Bocah Indonesia (PFBI).

“Sesimpel tes USG jadi melakukan tes transvagina melakukan tes dari vagina perempuan sampai rahim. Jadi tahu persis bagaimana kondisi rahimnya, kekhawatiran yang berlebihan tidak perlu ada karena tesnya hanya dengan USG untuk mengetahui kondisi rahim,” jelas dr Pandji.