putin

Ukraina Usir Pasukan Rusia di 3 Desa dalam Pertempuran Sengit

Ukraina Usir Pasukan Rusia di 3 Desa dalam Pertempuran Sengit

Pertempuran sengit antara pasukan Ukraina dan Rusia kembali terjadi di Kharkiv, wilayah timur Ukraina, pada Jumat (21/4) pagi waktu setempat.

Barisan perlawanan Ukraina berhasil memukul mundur pasukan Rusia di tiga titik dalam pertempuran tersebut.

Gubernur Kharkiv Raya, Oleg Sinegubov, mengatakan di Telegram seperti dikutip dari media lokal, pasukan Ukraina berhasil mengusir militer Rusia di tiga desa dalam pertempuran sengit.

“Unit kami berhasil memukul mundur pasukan Rusia dari permukiman Bezruki, Slatine, dan Prudyanka,” kata Sinegubov.

Desa-desa itu terletak di utara Kota Kharkiv dan hanya berjarak 40 kilometer dari kota Prudyanka teritori Rusia.

Dia mengatakan pertempuran sengit terjadi sejak Jumat (21/4) pagi waktu setempat. Sinegubov menyebut pasukan Rusia menghancurkan sejumlaf fasilitas dan membunuh dua orang.

Gubernur Luhansk Raya, Sergiy Gaiday, juga menyatakan dalam video di Telegram pada Sabtu (23/4) terjadi pertempuran sengit di wilayahnya.

Tembakan brutal ke segala arah terdengar oleh Gaiday dan meminta warga sipil segera berlindung.

Ukraina Usir Pasukan Rusia di 3 Desa dalam Pertempuran Sengit

Gaiday juga mengklaim pasukan perlawanan Ukraina dibantu relawan berhasil memukul mudur serdadu Rusia.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, disebut siap mengerahkan rudal antarbenua berhulu ledak nuklir, Sarmat, pada musim gugur untuk menggertak Amerika Serikat dan sekutunya.

Rudal Sarmat atau Setan sendiri baru saja diuji coba Putin pekan lalu. Putin kemudian mengumumkan keberhasilan uji coba tersebut.

Kepala badan antariksa Roscosmos, Dmitry Rogozin, mengatakan rencana itu merupakan target yang ambisius mengingat Rusia baru melakukan uji coba Sarmat pada Rabu (20/4).

Pakar militer Barat juga menilai bakal dibutuhkan lebih banyak lagi sebelum rudal itu dapat dikerahkan, seperti dikutip dari media Internasional.

Rudal nuklir Sarmat mampu membawa 10 hingga lebih hulu ledak nuklir dan umpan. Rudal itu mampu melintas ribuan kilometer bisa menjangkau AS dan negara-negara di Eropa.

Uji coba rudal Sarmat yang sempat tertunda beberapa tahun ini merupakan yang paling sukses. Tes tersebut menunjukkan kesiagaan penuh negara itu di level tertinggi sejak krisis rudal Kuba pada 1962.

Rogozon mengatakan kepada televisi pemerintah Rusia, rudal-rudal itu akan dikerahkan di wilayah Krasnoyarsk, Siberia, atau 3.000 kilometer dari Moskow.